Nah lho, ada apa dengan mahluk bernama alay?? (tuing..tuing garuk kepala). Mahluk ini baru muncul pada dekade 2000-an saya lupa kapan persisnya tapi seingat saya mulai populer sejak muncul kata-kata yang jadi trend center di bel hape dengan bunyi “aduh udah buecek gak ada uojek”.
Yup! itulah kalimat pembuka saya untuk memulai ulasan tentang mahluk bernama alay ini. Sosok alay sendiri sebetulnya penuh dengan kontroversi. Lho kok bisa?? asal tau ajah… kebanyakan dari generasi alay ini adalah mereka yang berusia antara 14 tahun sampai 23 tahun. Beruntung Juli 2010 kemarin usia saya sudah masuk 24. hehehe
Tapi rasanya kok gak adil juga ya jika mengotak-ngotakan konsep kepribadian mahluk alay hanya sebatas pada standarisasi umur. tapi baiklah.. karena banyaknya request yang masuk ke hape saya saya akan mencoba mengurai sedikit mengenai karakteristik dan ciri-ciri alay.
Mahluk bernama alay biasanya orang-orang yang krisis eksistensi makanya senjata utama mereka adalah pedang bernama narsis. Semboyan utamanya adalah “biar narsis asal eksis”. Dalam tulisan berikutnya saya akan terangkan mengenai filsafat eksistensi dari rhene descartes dan Satree. Tulisan kali ini hanya sebuah uraian singkat, maklum sedang dikejar deadline.
Seorang anak alay biasanya paling gak bisa nahan diri saya lihat kamera. Dalam situasi dan kondisi apapun mereka akan selalu berusaha menyempilkan diri dalam objek yang akan difoto.
Tapi hal ini tentu masih perlu diperdebatkan secara epistemologis dan metodologis, maka saya perlu menspesifikasikannya lagi lebih rinci. Hanya saja bersambung lain waktu ya..:)
eh Kribo , nice post.. syakul tau gitu kita bikin MOU dulu, ngatur bagi2 pendapetan klo blog lo hits >,<
ihhhh gregetan gw mau ngebales “keribo” lo yang menggila itu
Btw kalo alay diklasifikasikan berdasarkan prilaku dan cara menulis
Yg berdasarkan umur itu ababil